Browsing "Older Posts"

Browsing Category "Puisi"

Kumpulan puisi part 3

/

iassalamualaikum sobat semua yang ada di alam semesta di blog ini yang slalu setia
memberikan segala macam ilmu yang pasti bukan ilmu hitam   hhh… di kesempatan kali ini  saya akan berbagi kelanjutan puisi part 1,part2 yaitu part 3
       NARKOBA
Hari mudaku yang menyiksa
Tanpa menghisap ku sengsara
Terpuruk dalam penjara narkoba
Rapuhkan semua cita-cita
           Kini hidupku di neraka
           Tanpanya aku bias gila
           Menjahui pil penusuk itu
           Tapi tak bias dapatkan kemilau
Menangis merasah bodoh
Menjerit merasa gila
Menyendiri merrasa tak dibutuhkan
Dan menyesal tiada arti
                                Lalainya menutup pintu kegelapan
                              Hanya gengsi kawan dan iseng belaka
                               Hancurkan mimpi samudra
                               Musnahkan sisa sisa harta
Ketahuilah kawan
Hidup masih sangatlah panjang
Masa mudah adalah masa yang terindah
Jangan kau sia siakannya
           Wahai kawan jahuilah
            Rindukan tawa masa depan
            Buatlah karya sebelum padam

         LINGKUNGAN
Selama hayat dikandung badan
Jagalah lingkungan……
Anak badak dihambat-hambat
Tentang kondisi lingkungan sekarang
Dibumi hanguskan hutan
Kita tidak boleh seperti kulit badak
Yang dilakukan terhadap lingkungan
            Maka ayam berunduk,sirih berjuang
            Lingkungan berupa flora dan fauna
            Bagair iris dengan sembilu
Jangan sampai….
Kita berkerat rotan,berpatah arang
Terhadap lingkungan
Marilah kita jaga
Sebagai setan dalam tengguli
Lingkungan ini…..

           BUNDA
Bunda……
Engkau adalah anugrah terindah
Engkau berada di sisiku dikala aku bersedih
Engkau menyayangiku di dalam kandungan
            Bunda….
            Kau permata didalam emas
            Kau sumber ketenangan dalam air
            Kau matahari dalam salju
Dibuai dan dipeluk dengan mesra
Dicium dan di belai dengan kehangatan
Itulah kau bunda…..
Kedamaian dalam kesengsaraan
                        Kuberlutut padamu bunda
                        Kuberlari untuk menggapai impianmu
                        Namun sayang bunda
                        Semua itu tak sebanding dengan cintamu….

       TANPA UMMI AKU TAK MAMPU
Aku disinih terjatuh
Bangkitkan aku ummi
Aku disini rapuh
Tegarkan aku ummi
            Untuk berjalan kutak mampu
            Tuntun aku ummi
            Aku tak mengerti arti kehidupan
            Ajari aku ummi
Aku bertanya pada tuhan
Mengapa tuhan mengajakmu kembali
Kenapa ummi meninggalkan ku
Jawab aku ummi…….
            Aku tak faham apa makna semua ini
            Tolong katakana padaku
            Mengapa tuhan tak memberiku kesempatan
            Aku tak sempat menemani detik terakhirmu
Ummi jangan pergi
Akuh membutuhkanmu disini
                        Walau sekarang tak kan dapat ku ucap
                        Kata cinta ku untuk ummi
                        Namun tetap dengarlah hatiku berkata
                        Sungguh ku sayang padamu ummi,…

sekian disini dulu ya sobat jangan lupa untuk melihat puisi part 1,part 2 dan jangan lupa juga untuk bagikan ini kepada teman kamu semua yang ada di alam semesta ini supaya mereka dapat merasakan sedikit ilmu yang kita rasakan dan jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar yang bermanfaat, saran
anda merupakan ilmu yang sangat berarti bagi saya sekian dulu assalamualaikum...

                       

PUISI MENARIK LAINNYA :





kumpulan Puisi paling menarik Part 2

/
assalamualaiku sobat dikelanjutan dari puisi part 1 sebelumnya kali ini saya membagikan lagi di part 2 langsung saja disimak dan semoga bermanfaat       
       
        RENUNGANKU DIUJUNG SENJA
Semilar angin senja menghanyutkanku
Seakan mengundangku untuk keluar rumah
Suasana senja yang tenang dan damai
Membuatku tenggelam di alam lamunan
            Saat itu akku berfikir akan masa depan
            Masa dimana kita harus menentukan
            Takdir hidup yang sebenarnya
            Takdir hidup yang lebih baik dari sebelumnya
Tiba – tiba suara seruan adzan pun terdengar
Terlihat sang senja tlah berubah menjadi petang
Kucoba bangkit dari persinggahan
Dan kembali mengingat tuhan

          BANGKITLAH INDONESIAKU
Engkau bangga dalam kekerasan
Saling menyerang untuk sebuah kegagalan
Pisau, clurit dan benda tajam
Telah menjadi alat kekuasaan
Kau hancurkan sebuah harapan
            Yang dikalungkan untuk masa depan
            Korban – korban pun berjatuhan
            Tanpa mengenal ampun atau belas kasihan
            Merasa bangga bunuh saudaranya
Atas dasar apa mereka menerkam?
Kekerasan bukanlah jalan keluar
Tak sadarkah kalian….
            Hanya dengan kalian nasib bangsa ini dipertaruhkan
            Harapanmu akan terpendam di pundak
            Nasib bangsa engkau yang menentukan
            Tinggalkanlah kebiasaan yang merugikan
Bangkitlah …
Gapailah sebuah angan
Belajarlah untuk menjadi yang terdepan
Dan berbahagialah di masa depan

     SEBATANG NIKOTIN   
    DERITA TAK TERTANDINGI
Setiap hari dia digunakan
Setiap tempat dia dihabiskan
Kutemui disepanjang jalan
Udara bersihpun dia hancurkan
Kau hilangkan semenit nyawamu
Hanya demi sebatang nikotin ditanganmu
Kau hancurkan paru – parumu
Hanya demi sebatang nikotin berharga seribu
            Bahaya tak kau hiraukan
            Ketagihan yang kau rasakan
            Tak ada kemauan untuk melawan
            Tak ada kemauan untuk menghentikan
Kau siakan waktumu untuk menghisapnya
Kau siakan jiwamu untuk menikmatinya
Kau siakan hartamu untuk memilikinya
Tapi hanya derita yang kau terima

               IBU
Ibu …
Engkaulah malaikat penjaga dalam hidupku
Kaulah pelita dalam gelapku
Engkaulah pegangan dalam rapuhku
Engkaulah penolong dalam susahku
            Begitu besar kasih sayangmu ibu
            Disaat sakit kau meraawatku
            Disaat sulit kau membantuku
            Disaat ku susah, kugundah kau selalu ada untukku
            Tak pernah sedikitpun kudengar kau mengeluh
Ohh ibu … sungguh mulia hatimu
Mendidikku dengan penuh cinta dan kasihmu
Mendoakanku disetiap hembusan nafasmu
Menasehatiku dengan tutur kata indahmu
            Engkaulah wanita paling mulia
            Memberi kasih saying sepanjang masa
            Menjaga sekuat jiwa dan raga
            Terimakasih untukmu ibuku tercinta

                   TANGISAN HAtRU
            Tak kusangka waktu berlari kencang
            Siang berganti dengan petang
            Matahari berganti dengan bintang
Yang tlah menerbangkanku ke hari perpisahan
Hari yang sangat bermakna dan berkesan
Hati dan jiwa pun tertangis haru  kemudian
Teringat masa lalu yang begitu mengesankan
            Tak punya nyali kuungkapkan kepedihan
            Karena ku tahu itu sangat menyakitkan
            Tapi ini semua sudah ketentuan dan kebijakan
            Yang tak bias lagi di elakkan
Ya Tuhan…
Semoga kelak mereka kembali
Dengan menggengggam kesuksesan
           

sekian dulu di part 2 ini sebelumnya saya juga membagikan puisi part 1 sekian wassalamualaikum

PUISI MENARIK LAINNYA :


kumpulan Puisi paling menarik Part1

/
assalamualaikum sobat semua semoga dalam keadaan seha dipostingan kal ini saya membagika beberapa puisi langsung saja disimak dan semoga bermanfaat



         PERPISAHAN
Angin berbisik lirih
Mengjar waktu terus berlari
Kencang tanpa hambatan
Menerobos dinding kehidupan
            Aku diam menepi
            Dari keramaian berjuta insane
            Menyorot tawa di bibir mereka
Kawan…..
Baru saja tangan ini berjabatan
Saling mengucap nama perlahan
Mengawali catatan perkenalan
            Namun waktu telah berbicara
            Menuntut lambaian tangan kita
            Menyusun sebuah perpisahan
            Demi menggapai impian di masa depan

     BENCI MENYIKSA
Seketika ombak murka datang
Menerjang segumpal karang
Karang pelukis sejarah perkenalan
Bertokohkan dua insane
            Hancur lebur tak tersisa
            Serpihan puingnya hilang entah kemana
            Nama dan paras wajahnya
            Tak mampu lagi akku mengingatnya
Aku dan kamu…….
Dua kata rapuh yang sulit menyapu
Setelah amarah terpecik perlahan
Membakar tali persahabatan
            Tuhan ……..
            Aku bertekuk lutut kepada-Mu
             Memejamkan sejenak mataku
            Memohon ampun atas kebencian dalam hatiku

                       INGIN KUGENGGAM CITA-CITA
Roda pedati itu terseret terseok – seok di jalan
Menanjak berbatu
Hamper tiga tahun
Sementara burung terdengar di atas dahan kembang melati
            Bernyanyi ingin menggapai langit
            Meraih bintang dan bertanya pada matahari
            kapan bisa kugenggam?
            “jangan berhenti” jawab matahari
            Perjalanan masih panjang, masih harus dilanjutkan
            Jangan putus asa!
Meskipun mendung gelap pekat menghambat
Lihatlah aku, tetap bersinar sepanjang hari
Burung pun ingin terbang meraih bintang
Menggapai cita – cita yang telah digantungkan
Tinggi, tinggi sekali….    

                           GELISAH HATI
Hari ini tak seperti biasa
Aku laksana…….
Kapal pecah dalam ombak besar
Tiada arti diri ini
Tianda makna hidup ini
            Sunggu menyebalkan
            Aku bosan dengan semua kegelisahan ini
            Haruskah ku teriak……?
            Biar ramai sepanjang waktu
            Dan mengadu sejauh gaduh
            Aku tak tahu harus berbuat apa
Penopang hati kutakpunya
Apalagi sebuah cinta
Cintaku tlah tiada
Ditelan gelap malam yang tak bertuan
Kini aku sendiri
Hanya ditemani tiupan angin malam
       
                    GURUKU PAHLAWANKU
Dipagi menjelang engkau bangun dengan senyuman
Senyuman indah bagi mesa depan
Masa depan yang sangat dipengaruhi oleh sebuah harapan
Bagi kami, tak salah lagi engkau adalah seorang
Phlawan
            GURUKU……..
            Engkau pelita bagi hidupku
            Engkau peri bagi kami, disaat kami membutuhkanmu
            Tanpamu apalah arti hidupku
GURUKU………
Engkau pahlawan tanpa tanda jasa
Kau mendidik kami mulai kami kecil hingga kami tumbuh menjadi dewasa
Entah apa yang harus kami lakukan
Untuk memmbalas semua jasa – jasamu….

                           BUNDA
Setiap tawamu menganduung arti
Setiap tangismu mengiris hati
Setiap perbuatanmu mencerminkan kasih
Setiap langkahmu mengemban beban menjaga diri ini
            Tak kusangka celotehanku menggores luka
            Hingga cahaya diwajahmu pun sirna
            Selalu inginku memberikan kebahagiaan
            Agar mendung dihatimu menghilang
Ibarat lebih besar pasak dari pada tiang
Semua telah kau korbankan
Tapi tak ada satu pun yang bias kubalaskan
Terima kasih bunda, pengorbananmu tiada tandingans

  

 sekian dulu untuk di part satu ini lihat juga puisi di part 2 sekian terima kasih wassalamualaikum


PUISI MENARIK LAINNYA :