CERPEN : kesabaran yang teruji

assalamualaikum sobat semua yang ada di alam semesta di blog ini yang slalu setia
memberikan segala macam ilmu yang pasti bukan ilmu hitam di kesempatan kali ini
saya akan berbagi CERPEN : KESABARAN YANG TERUJI didalamnya terdapat kisah seorang perempuan yang hidupnya menderita, ditinggal kedua orang tuanya, dibully dan disiksa teman temanya tapi berkat kesabarannya dia memperoleh kesuksesan yang sangat besar dan dipertemukan kembali dengan ibunya…

KESABARAN YANG TERUJI
Pagi ini, matahari menyapaku dengan sinarnya yang begitu cerah. Hallo semua…., perkenalkan namaku Fadia Sabrina, yah biasanya sih akrab dipanggil Rena. Hobiku menulis dan membaca cita – citaku pengen jadi penulis hehe… aku selalu tersenyum dengan apa yang aku alami walaupun rasanya pahit dan begitu menyedihkan, tapi aku selalu tabah dengan semua itu. Mungkin bagi kalian apa yang kurasakan bagaikan di neraka, tapi apa boleh buat inilah aku. Biar nggak penasaran ayo baca kisahku…!!!  

Sejak kecil aku tinggal dipanti asuhan “kasih bunda” kira – kira usia 5 tahun bersama anak – anak yang memiliki kehidupan yang sama denganku, entah kemana orang tua ku pergi. Sampai saat ini aku belum pernah melihat wajah orang tuaku yang selalu aku rindukan. Terkadang aku memikirkannya hingga meneteskan air mataku karena rasa rinduku. Aku adalah yang paling tertua dip anti ini, jadi aku harus bersikap layaknya kakak yang memiliki banyak adik. Bu Rahma, ia adalah pemilik panti asuhan sekaligus pengasuh kami dan ibu pengganti bagi kami, ia orang yang sabar dan penuh kasih saying, iya tidak penah member tahuku dimana orang tuaku, walaupun aku sering membujuknya. Setiap hari aku menjalani yang bahagia dip anti asuhan itu, berbagai canda tawa dan kehidupan yang harmonis, tapi tidak disekolahan ku.

SMA harapan bangsa, nama sekolahku yang paling diminati murid – murid berpresatasi,aku bisa masuk sekolah ini karena prestasiku. Aku murid kelas 3 A. pagi ini aku terlambat kesekolah, upacara sudah dimulai “Ohhh…” seruku. Benar, aku memang benar sudah terlambat bahkan pak satpam pun sudah menyambutku dbalik pagar besi hitam itu. Dari belakang ada murid yang sedang berlari menuju pagar, kulihat adalah teman sekelasku. “hai Nia, kamu terlambat juga” tanyaku padanya “iya Ren, aku ketinggalan bus”. Nia adalah anak yang baik dan cenderung pendiam.

Sudah 30 menit kami berdua berada disini. “fuhh… panas banget” keluhku, tak kusangka Nia menanggapi ucapanku “iya Ren, aku sudah capek berdiri terus disini” kata Nia. Kemudian pak satpam memanggil kami berdua dengan suaranya yang sedikit garang. “Kalian, cepat masuk dan langsung keruang kepala sekolah” “baik pak” kami sedikit ketakutan. Tiba di ruang sekolah hatiku semakin dag dig dug derrr, aku takut jika bapak kepala sekolah memarahi kami berdua. Karena ia terkenal sangat jahat kalau marah, perasaanku semakin aduhai, akhirnya dengan keyakinanku dan kejujuranku atas apa yang telah aku lakukan, aku mengetuk pintu kayu itu dan kakiku pun mulai melangkah masuk keruang besar itu sedangkan Nia mengikuti dari belakang dan memegang tanganku.

“Assalamu`akaikum” ucapku. “Masuk” katanya dengan suara yang menyeramkan, “Duduk!, klian tau apa kesalahan kalian?” “tau pak” jawabku, “maafkan kamu pak” sahut Nia. “maaf? Tidak ada maaf buat kalian, kalian harus diberi saksi supaya kalian kapok. Kalian kan sudah diajarkan disiplin bukan?” “iya pak” jawabku dengan menundukkan kepala karena merasa bersalah. “Cepat kalian bersihkan lantai toilet sampai jam pelajaran usai” seruhnya pada kami. “ baik Pak”.

Dengan pasrah kami pun menuruti bapak kepala sekolah, tiba – tiba saat kami mengepel lantai masuklah karina sonya, primadona di sekolah ini bersama teman teman nya  tak lain lagi adalah “geng”. “hahaha….! Emang enak dihukum” mengejek kami berdua. Tak hanya itu dia pun mendorong Nia sampai jatuh, Nia hanya diam tak membalas aku tidak terima dengan perlakuannya. Aku balik mendorong dia dan akhirnya menjadi perkelahian “ eh jangan ganggu Nia” “emangnya loe siapa? Haha..” dia mengelakku, kami dilaporkan ke kepala sekolah dan… “kantor ini… kantor ini lagi” aku mengeluh lagi. Tapi untung saja pak kepala sekolah ada rapat penting mendadak. “huhh… syukurlah, pak kepala sekolah tidak ada” kemudian terdengar bel pulang dan akhirnya kami semua bubar dan pulang.

Sejak itu aku jadi bahan bully – bully an oleh karina dan teman temannya. Saat itu aku ada di kelas sendirian, kerina datang bersama teman – temannya dan mulai mengejek, memukul, dan menyiksaku. Berkali kali aku Tanya padanya tentang apa salahku, dan baru kali ini dia menjawab pertanyaanku, dia bilang…”bukannya loe sendiri yang haling – halangin gue”, “maksud kamu apa” aku balik menjawab dengan sedikit emosi. Dia malah menamparku dan berkata… “loe ngelawan gue cuman buat nolongin teman loe yang kampungan itu, itu artinya loe mau gantiin dia…. Tau nggak” “tapi apa salah Nia” tanyaku, “udah, diem loe cewek kampungan” dia berkata kasar kepada ku dan mendorongku. Hal ini membuatku meneteskan air mataku. Karina berlahan duduk dan menatapku sambil memegang dahiku. “loe nangis?, buat apa… gak ada gunanya emangnya siapa yang mau nolongin loe”, dia berdiri dan menendang kakiku kemudian pergi bersama teman – temanya.

Aku menangis terseduh – seduh aku mulai teringat tentang ibuku, selama ini aku tidak pernah merasakan kasih saying seorang ibu kandungku. Aku ingin dipeluk oleh seorang ibu saat aku sedih seperti ini. Tapi apa boleh buat inilah takdirku, kemudian Nia masuk dan menolongku aku sedikit mengusap air mataku. “Rena, maafkan aku ren… gara – gara aku kamu menjadi dibully sama mereka”. Nia meneteskan air matanya karena tidak tega melihatku, “tidak Nia , ini semua bukan salahmu, memang ini nasibku”. Setiap harinya aku terus dibully dan dibully aku tidak bisa berbuat apa – apa, aku tau dimana posisiku aku hanyalah murid biasa yang keluargaku tidak memiliki kekayaan, sedangkan karina adalah anak dari sutradara film ternama yang memiliki hart berlimpah.

Siang ini ketua osis mengumumkan kepada seluruh murid kelas 3 supaya berkumpul dihalaman sekolah karena ada pengumuman penting dari kepala sekolah. Yang member tahu bahwa “seluruh murid kelas 9 harus belajar lebih giat lagi karena UN akan segera dimulai. Dalam benakku merasa takut bersaing dengan karina, karena ia termasuk murid yang pandai juga. Aku takut jika aku tidak bisa mengalahkannya maka aku pasti akan mejadi bahan tertawaan baginya dan teman – temannya.

Aku mulai belajar lebih giat dan bersungguh sungguh dengan niat besarku tak lupa aku beribadah dan berdoa kepada Allah. Aku pun juga memanfaatkan waktu itirahat sekolah untuk membaca. Karina semakin menyakkitiku, kali ini saat jam istirahat pertama saat aku membaca buku di kelas, karina datang menghampirimku dan menyobek bukuku. Aku tersentak berdiri dan mengangkat tanganku ingin memukulnya, karina tak terlihat takut. Seketika aku menurunkan tanganku dan duduk kembali, karina membalasku… “apa loe… ? berani sama gue?” dia menampar dan menarik rambutku. Aku hanya diam dan lagi – lagi aku menangis, tapi aku harus sabar menghadapi semua ini.

Waktu telah berlalu, kini saatnya aku berjuang untuk masa depanku saatnya aku menang dan mewujudkan cita  - citaku sebagai penulis. Aku duduk dibangkuku dan terus berdoa tak lupa sambil mengingat pelajaran yang aku pelajari, sementara karina melirikku dengan senyum sinisnya. Aku tidak menaggapi sama sekali, pengawas pun masuk dan memmbagikan soal. Aku punmulai mengerjakan “Alhamdulillah, Ya Allah…. Soal – soalnya sudah pernah aku pelajari semua, terima kasih Ya Allah” kataku dalam benakku dengan gembira.

Hari ini ujian pun berlalu, kini saatnya pengumuman. Semua wali murid diharapkan hadir, aku datang bersama bu Rahma, Karina datang bersama kedua orang tua nya, mereka bertiga tersenyum bahagia mengharap anaknya menjadi yang terbaik, teman – temannya pun member dukungan untuk Karina supaya ia menang. Bpak kepala sekolah naik ke atas panggung dan mengumumkan, membuatku semakin cemas. Saat pengumuman kepala sekolah  berkata “ murid yang mendapat UN tertinggi adalah Fadia Sabrina selamat untuk Fdia Sabrina” serontak membuatku kaget dan menangis haru. Semua orang memberikanku tepuk tangan dan semakin membuatku bangga.

Saat aku disuruh naik ke atas panggung, tiba – tiba dari arah belakang terlihat seorang wanita berlari dan memanggilku  aku hanya mellihat saja. Ia semakin dekat denganku dan menghampiriku lalu memelukku. Aku melepaskan pelukannya karena ia asing bagiku, iya menangis terharu dan berkata “Anakku..”. aku semakin bingung menoleh kearah bu rahma, buramah pun menghampiriku dan berkata “ia ibumu nak” katanya. “hah? Ibu? Ia ibuku? Aku terkaget dan meneteskan airmataku . dan wanita itu kembali memelukku dan berkata “ iya nak ini ibumu… maafkan ibu nak karena selama ini ibu meninggalkanmu” tanganku perlahan – lahan mulai memeluk punggungnya, “ibu..” kataku sambil menangis.

Akhir cerita aku mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi jurusan sastra. Sementara Karina ia malu dengan semua teman – temannya dan merasa bersalah kepada ku, ia meminta maaf kepadaku dan aku pun memaafkannya, tapi ia merasa sakit hati padaku. Dan aku bertanya kepada ibu tentang ayahku dan mengapa ayah dan ibu meninggalkanku, ibu bilang “ayahmu sudah tiada nak” ia menjawab sambil menangis, dan ibu tidak member tahu alasan mengapa meninggalkanku.
Aku mulai mengeluh tapi berusaha ku hapuskan dan menghibur ibu. Sekarang aku dan ibu tinggal dirumah kontrakkan kecil berdua, ibu membuka menjual kue – kue ke warung sementara aku kuliah tak lupa aku juga membantu ibu membuat kue. 3 tahun berlalu kini aku telah lulus kulia dan bisa membahagiakan ibu, aku mulai mengembangkan usaha ibu dan membuka cabang di kota – kota besar, dan aku juga mendapatkan banyak gelar untuk prestasi dan karya karyaku telah banyak di copy dalam berbagai bahasa dan dikembangkan hingga ke manca Negara. Itu semua berkat kerja kerasku, usahaku dan doaku kepada Allah tak lupa itu semua juga bantuan doa dari ibuku, ibu yang selalu aku rindukan kini telah kembali padaku.

sekian disini dulu ya sobat semoga cerpen diatas bisa memotifasi kalian untuk tetap bersabar dalam setiap cobaan ingat!!! Lebih baik anda tidak bisa MATEMATIKA dari pada tdak bisa antre karena pelajaran matematika cara mempelajarinya sangat mudah dari pda anda belajar sabar karena cobaan orang sabar itu selalu meningkat dan yang perlu kalian ingat bahwa Allah bersama orang – orang yang sabar
dan jangan lupa bagikan ini kepada teman kamu semua yang
ada di alam semesta ini supaya mereka dapat merasakan sedikit ilmu yang kita
rasakan dan jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar yang bermanfaat, saran
anda merupakan ilmu yang sangat berarti bagi saya sekian dulu assalamualaikum...



CERPEN LAIN :




Share This:

Labels: