CERPEN : HADIA TAK SELALU TERBUNGKUS DENGAN INDAH
assalamualaikum sobat semua yang ada di alam semesta di blog
ini yang slalu setia
memberikan segala macam ilmu yang pasti bukan ilmu hitam di
kesempatan kali ini
saya akan berbagi CERPEN
: HADIA TAK SELALU TERBUNGKUS DENGAN INDAH
HADIAH
TAK SELALU TERBUNGKUS DENGAN INDAH
Pada
suatu malam , aku melihat ibu tertunduk di kamar, aku melihat wajahnya yang
sedih dan meneteskan air mata juga memegang tisu ditangannya, kemudian aku mendekati ibu, aku berusaha bertanya
kepada ibu, “ibu ada apa denganmu, ada pa dengan dirimu?” Sautku lirih,
kemudian ibu terkaget mendengar suaraku, dengan lirih ibu menjawab, “dari tadi
nak kamu disitu?” ,, “ibu, kenapa kau menangis bersedih? Sautku, ibu menjawab
pertanyaanku dengan wajah yang penuh air mata “sini nak, duduk didekat ibu”
tangan ibu sambil memgang pundakku, dengan manis ibu menatap wajahku, “ibu
tidak apa – apa sayagn ibu baik – baik saja hanya saja ibu sangat lelah” , “ohhh,
tapi, ibu kok sambil menangis?” sautku, “sudah sayanng jangan pikirkan ibu, ibu
tidak apa – apa” sahut ibu sambil meneteskan air mata.
“oh
iya bu, aku terpilih menjadi anggota osis, jadi sekarang aku resmi menjadi
anggota osis bu…?” jawabku, “benarkah nak? Ibu bangga kepadamu” saut ibu dengan
senyuman yang membuatku untuk terus semangat dan tak pernah putus asa, kemudian
ibu bertanya kepadaku “ kamu sudah makan nak?, ayo panggil adikmu kita makan
malam bersama”, dan aku pun segera memanggil adik – adikku agar segera berkumpulbersama
dimeja makan, kemudian ibu menghidangkan makanannya, akhirnya kita makan
bersama dengan lahab dengan hati yang senang.
Kemudian
kita semua bergegas tidur, karena malam telah larut. Kemudian aku terbangun
karena terdengar seruan adzan subuh, aku shalat dan akan pergi ke pasar
membantu ibu membeli sayur dan lauk pauk untuk makan nanti, dan tak lama
kemudian, aku mendengar rintihan seorang wanita yang semakin lama semakin keras
dan tampaknya suara itu terdengar dari kamar ibu, aku menjadi semakin
penasaran, akhirnya aku menguping dibalik tembok untuk memastikannya, ternyata
yang aku dengar dan aku rasakan benar.
Aku
sangat penasaran dengan suara itu, akhirnya aku perlahan mengetok pintu kmar
ibu berkali – kali sambil memanggil nama ibu, tapi tidak ada suara balasan
sedikitpun uang terdengar di telingaku, akhirnya rasa penasaranku semakin
berdebug kencang ingin tahu keadaan didalam, akhirnya aku membuka kamar ibu dengan
berlahan – lahan, aku melihat ibu sudah tergeletak di lantai dan badanya sangat
panas sekali yang disertai wajah yang pucat, aku lekas berteriak minta tolong
pada tetangga.
Akhirnya
semua tetangga pun berkumpul dan segera membawa ibu kerumah sakit aku pun
ditanya BU RT “ibu kamu kenapa nak? Kok sampai begini” aku hanya menggelengkan
kepala saja, karena aku belum melihat kejadiannya mulai dari awal, melainkan
hanya mendengar rintihan seorang wanita yang semakin lama semakin keras dan akhirnya
aku tahu, orang itu adalah ibuku tercinta yang selama ini membuatku semangat.
Kemudian
aku bergegas untu menyiapkan segala kebutuhan ibu dan segera pergi kerumah
sakit bersama bu RT sedangkan adik –
adikku dirumah dengan Ibu Ida tetanggaku,karena aku anak tertua , maka aku haru
sbersedia menjaga ibu sampai ibu sembuh, akhirnya aku sampai dirumah sakit. Aku
dan Bu RT menunggu ibu diluar ruang UGD dan sudah hamper 3 jam berlalu,
akhirnya bu dokter keluar dan mencari ayah, namun ayah tak ada disampingku, bu
RT bertanya kepada ku “ayahmu mana nak?, apakh ayahmu sudah tahu mengenai
ibumu?” aku hanya menggelengkan kepala dan berkata “ selama 4 bulan ini aku
tidak tahu keadaan ayah ada dimana Bu” bu dokter pun menyuruh bu RT masuk ke ruangan
untuk menceritakan ppenyakit ibu yang sebenarnya, karena aku belum cukup umur
untuk mengetahui umur ibu yang sebenarnya, maka aku hanya dipersilahkan duduk
diluar, waktu itu keadaan ibu sedang koma.
Tak
lama kemudian aku medengar suara bu RT menagis dan shock, dengan lancing aku
mengintip percakapan buRT dan bu dokter lewat lubang kuci, ternyata benar bu RT
sedang menangis, tapi ada apa? Dia menangis tanpa aku?, tak lama kemudian aku
terdengar bahwa bu dokter berkata bahwa “ pasian harus segera di oprasi,
kangker kandungan akan menyerang syaraf – syaraf yang lainnya” berarti ibu
terkena kanker kandungan? Astaghfirullahhal’adzim, jika benar – benar ibu
terkena kanker kandungan, siapa yang akan membuat hari – hariku menjadi
termotivasi untuk tetap semangat? Dan nasib adik – adikku bagaimana?.
Tiba
– tiba bu RT dan bu dokter keluar dari ruangann yang penuh dengan kesedihan
bagiku, dan aku langsung bertanya pada bu RT “apakah benar bu, kalau ibu
terkena kanker kandungan”,, “kamu tahu darimana nak’ sahut bu RT dengan kaget “maaf
bu saya lancing tadi saya mengintip percakapan bu rt da b dokter ,soalnya saya
penasaran , karena buRT tadi nagis tanpa aku dan aku jadi ingin mengintip, maaf
ya bu…” sautku dengan takut, “ ya nak yang sabar ya.. usahan kabar ini jangan
ada yang tahudan jaga adik – adikmu baik baik ya nak, karena kamu anak tertua”
saut bu RT dengan wajah sedih, aku hanya terdiam seribu kata sambil meneteskan
air mata, dan berfikir bagaimana nasib adik – adikku nanti?.
Aku
dan bu RT memasuki ruangan ibu, ternyata ibu sudah siuman dan memanggil nama
ayah, tapi ayah tak da di sampingnya, aku llangsung merangkul dan memeluk ibu,
sambil aku bertanya pada ibu “ ibu,
sebenarnya ayah dimana? Kok ayah nggak kesini, padahal ibu kan sakit” ayah kamu
sedang ada di luar negeri saying, jangan khawatirkan ayahmu” saut ibu dengan
jelas “ibu, aku nggak marah kok, tapi aku mohon padamu jawablah pertanyaanku
dengan jujur bu, dimana ayah?” sautku sambil menagis “baiklah saying, tapi ibu
ingin kamu berhenti menangis, dan ini alamat rumah ayahmu” saut ibu sambil
menulis alamat rumah keberadaan ayah tinggal, baiklah akan kucari bu.
Aku
langsung mencari alamat itu sendirian tanpa bu RT, karena ia harus menemani ibu
yang terbaring dirumah sakit, kemudian aku menemukan alamat rumah ayah, tetapi
rumah itu sudah ada di tangan orang lain, melainkan rumah ayah sudah dijual dan
aku bingung bagaimana jika aku tidak menemukan ayah disaat ibu yang sedang
sakit?, aku memutuskan untuk tetap mencari ayah, tetapi aku merasa haus, dan
kebetulan disana ada warung, aku pun pergi untuk membeli minum, agar rasa haus
ku hilang dan bisa mencari keberadaan ayah.
“permisi”
aku memanggil pedagang warung tadi, “iya, mau beli apa nak? Kata pedagang
warung yang sedang menimbang gula, “ maaf pak saya mau membeli minuman” sautku “oh
iya sebentar ya”saut pedagang warung tadi, “iya pak” sahutku dengan merasa
kehausan “inin nak minumannya” saut pedagang itu sambil menoleh kearahku, tiba –
tiba saja “anakku” sambil memelukku, “ayah…. Ayah slama ini kemana saja? Aku sudah
lelah mencari keberadaan ayah” sautku sambil menangis “maafkan ayah nak, ayah
terpaksa pergi dari rumah karena ayah tidak bisa membiyayai anak – anak ayah
termasuk kamu nak !!!” saut ayah samba menangis “ayah…. Oh iya yah, ayah harus
ikut aku sekarang karena ini penting bagi ayah!!!” sautku sambil menggandeng
tangan ayah.
Ayo
yah…… cepatttt “kemana nak, iya sebentar ayah mau menutup warung dulu, lalu
ceritakan berita yang penting bagi ayah!!!” saut ayah dengan gugup “yah…. Begini
ceritanya, anu anu yah? Sautku karena gugupdan terdiam seribu kata “anu kenapa
nak??” saut ayah dengan kebingungan “anu.. ibu sedang dirumah sakit yah” sautku
“Astaghfirullah, kenapa dan ada apa dengan ibumu nak?” saut ayah sambil shock
dengan menangis “ibu terkena kanker kandungan yah, sudah ayo cepat kerumah
sakit” sautku dengan gugup “YA ALLAH,, baik ayo cepat nak” saut ayah dengan
kebingungan.
Assalamualaikum
“YA ALLAH, kenapa dengan dirimu saying, maaf aku telah meninggalkan mu selama
ini” saut ayah dengan merangkul ibu “ayah.. ya ibu tidak apa apa ibu hanya
capek, karena ibu harus kerja sendiri tanpa ayah dan ibu telah memaafkan ayah
dari dulu” saut ibu sambil memegang tangan ayah “ maafkan ayah bu, ayah
menyesal telah menyianyiakan ibu, ayah akan segera tanda tangan agar ibu bisa
segera di operasi secepatnya” saut ayah dengan manis “iya terima kasih ya yah”
saut ibu dengan menangis.“Alhamdulillah, akhirnya aku sudah menyimpulkan bahwa
hadiah itu tak selalu terbungkus dengan indah, dengan sakitnya ibu ayah bisa
kembali kumpul dengan keluarga kecilku lagi dan itu adalah hadia ALLA yang
diberikan kepada keluargaku dan ALLAH bisa menjadikan keluargaku yang sakinah
mawaddah warrohmah dan menjadikan ini semua menjadi pelajaran yang tak akan ku
lupakan.
sekian disini dulu ya sobat bagaimana menurut kalian
cerpen diatas silahkan komentar untuk meninggkalkan ungkapan mua dan jangan
lupa bagikan ini kepada teman kamu semua yang
ada di alam semesta ini supaya mereka dapat
merasakan sedikit ilmu yang kita
rasakan dan jangan lupa juga untuk meninggalkan
komentar yang bermanfaat, saran
anda merupakan ilmu yang sangat berarti bagi saya
sekian dulu assalamualaikum...
CERPEN LAIN :
Share This:
-
PrevoiusYou are viewing Most Recent Post
-
Next

